
Pernah
merekam video sambil berjalan, tetapi hasilnya terlihat bergoyang? Atau
mengambil foto pada malam hari yang ternyata buram meskipun kamera smartphone
memiliki resolusi tinggi?
Salah
satu teknologi yang membantu mengatasi masalah tersebut adalah image
stabilization atau stabilisasi gambar. Pada spesifikasi smartphone, teknologi
ini sering ditulis sebagai OIS (Optical Image Stabilization) dan EIS
(Electronic Image Stabilization).
Sekilas
keduanya memiliki fungsi serupa, yaitu membantu menghasilkan foto atau video
yang lebih stabil. Namun, cara kerjanya berbeda. OIS mengandalkan mekanisme
fisik pada sistem kamera, sedangkan EIS memanfaatkan pemrosesan digital untuk
mengurangi guncangan gambar.
Lalu,
apa perbedaan OIS dan EIS, dan mana yang sebaiknya dipilih ketika membeli
smartphone?
1. Apa
Itu OIS pada Kamera Smartphone?

OIS
adalah teknologi stabilisasi gambar secara optik yang membantu mengurangi efek
gerakan tangan saat mengambil foto atau merekam video.
Pada
sistem OIS, mekanisme kecil di dalam modul kamera mengoreksi gerakan kamera.
Pada desain tertentu, lensa digerakkan untuk mengimbangi guncangan, sehingga
bayangan pada sensor lebih stabil ketika gambar diambil.
Bayangkan
kamu sedang memotret bangunan menggunakan smartphone. Ketika tangan sedikit
bergeser, sistem OIS mencoba mengimbangi gerakan tersebut agar hasil foto tidak
mudah buram.
Teknologi
ini sangat berguna ketika memotret dalam kondisi minim cahaya. Kamera biasanya
perlu menggunakan waktu pencahayaan lebih lama untuk mengumpulkan cukup cahaya,
sehingga gerakan tangan lebih mudah menyebabkan foto buram. OIS membantu
mengurangi masalah tersebut.
Kelebihan
OIS
- Membantu mengurangi foto buram akibat
gerakan tangan.
- Berguna ketika mengambil foto pada malam
hari atau di dalam ruangan yang gelap.
- Membantu menjaga rekaman video lebih
stabil.
- Tidak mengandalkan pemotongan gambar
secara digital sebagai mekanisme utamanya.
Kekurangan
OIS
- Membutuhkan komponen mekanis tambahan di
modul kamera.
- Tidak menghilangkan seluruh guncangan,
terutama gerakan yang besar atau mendadak.
- Tidak otomatis membuat foto objek bergerak
menjadi tajam.
Hal
terakhir penting untuk dipahami. OIS membantu mengatasi gerakan kamera, tetapi
tidak dapat membekukan gerakan objek. Jika kamu memotret seseorang yang sedang
berlari dengan kecepatan rana terlalu lambat, hasilnya masih bisa buram
meskipun kamera sudah memiliki OIS.
2. Apa
Itu EIS pada Kamera Smartphone?

EIS
adalah stabilisasi gambar elektronik yang menggunakan pemrosesan digital atau
software untuk mengurangi guncangan.
Secara
sederhana, sistem menganalisis gerakan antarframe dan menyesuaikan bagian
gambar yang ditampilkan agar pergerakannya tampak lebih stabil. Salah satu
teknik yang umum digunakan adalah memanfaatkan area gambar di luar bingkai
akhir, lalu memotong atau menggeser tampilan untuk mengimbangi gerakan.
Contohnya,
kamu merekam video sambil berjalan. Kamera akan menangkap gerakan kecil dari
tangan dan tubuh. Sistem EIS kemudian mengolah gambar untuk membantu membuat
video terlihat lebih halus.
Karena
prosesnya dilakukan secara digital, EIS sangat berguna untuk perekaman video,
khususnya ketika kamera bergerak.
Kelebihan
EIS
- Membantu mengurangi guncangan pada video.
- Tidak memerlukan mekanisme lensa bergerak
seperti OIS.
- Dapat dikombinasikan dengan OIS untuk
hasil stabilisasi yang lebih baik.
- Dapat membantu menghasilkan rekaman yang
lebih nyaman ditonton ketika kamera bergerak.
Kekurangan
EIS
- Stabilisasi dapat membutuhkan pemotongan
gambar, sehingga bidang pandang terlihat lebih sempit.
- Hasilnya bergantung pada kemampuan
hardware, software, dan mode perekaman.
- Pada kondisi tertentu, pemrosesan digital
dapat menimbulkan distorsi atau gerakan yang tampak kurang alami.
Karena
itu, EIS yang bagus tidak hanya bergantung pada ada atau tidaknya fitur
tersebut, tetapi juga pada seberapa baik produsen mengoptimalkan pemrosesan
gambar.
3.
Tabel Perbandingan OIS vs EIS
Berikut
perbedaan utama keduanya.
|
Aspek |
OIS |
EIS |
|
Nama
lengkap |
Optical
Image Stabilization |
Electronic
Image Stabilization |
|
Cara
kerja |
Mengoreksi
gerakan dengan mekanisme fisik |
Mengolah
gambar secara digital |
|
Komponen
utama |
Mekanisme
pada modul kamera |
Software
dan pemrosesan gambar |
|
Foto
malam |
Sangat
membantu mengurangi blur akibat gerakan tangan |
Bergantung
pada metode dan mode pemrosesan |
|
Video
sambil berjalan |
Membantu
mengurangi guncangan |
Dapat
menghaluskan gerakan melalui pemrosesan digital |
|
Bidang
pandang |
Tidak
perlu dipotong secara digital sebagai mekanisme utama |
Dapat
lebih sempit akibat cropping |
|
Hasil
stabilisasi |
Dipengaruhi
kemampuan mekanisme kamera |
Dipengaruhi
algoritma dan kemampuan perangkat |
|
Bisa
digabungkan? |
Ya |
Ya |
OIS
dan EIS bukan teknologi yang saling meniadakan. Sejumlah smartphone menggunakan
keduanya secara bersamaan untuk memadukan kompensasi optik dan pemrosesan
digital.
4.
Mana yang Lebih Bagus untuk Fotografi?
Kalau
kamu lebih sering mengambil foto diam, foto malam, atau foto di dalam ruangan,
OIS merupakan fitur yang patut diprioritaskan.
OIS
dapat membantu ketika tangan bergerak sedikit selama proses pemotretan. Hal ini
menjadi berguna saat kamera menggunakan waktu pencahayaan lebih lama.
Namun,
kualitas foto tidak hanya ditentukan oleh OIS. Ukuran sensor, lensa, aperture,
kecepatan rana, dan pemrosesan gambar tetap berpengaruh.
Sebagai
contoh, kamera dengan OIS dan sensor yang baik dapat menghasilkan foto malam
yang lebih tajam daripada kamera tanpa OIS dalam kondisi yang sama. Akan
tetapi, hasilnya tetap bergantung pada implementasi kamera secara keseluruhan.
Kesimpulan
untuk fotografi: OIS merupakan nilai tambah penting, khususnya untuk memotret
dalam cahaya redup, tetapi bukan jaminan bahwa kualitas kamera selalu lebih
baik.
5.
Mana yang Lebih Bagus untuk Rekaman Video?

Untuk
video, OIS dan EIS sama-sama dapat membantu, tetapi pendekatannya berbeda.
OIS
membantu mengoreksi gerakan kamera secara fisik. EIS menggunakan pemrosesan
digital untuk membuat rekaman terlihat lebih stabil.
Ketika
merekam sambil berjalan, kombinasi OIS dan EIS dapat memberikan hasil yang
lebih baik dibandingkan penggunaan salah satunya saja pada perangkat dan mode
yang mendukungnya. Sony, misalnya, menjelaskan sistem stabilisasi hybrid yang
menggabungkan kedua teknologi tersebut.
Namun,
hasil akhirnya tetap bergantung pada smartphone dan pengaturan video yang
digunakan.
Satu
hal yang perlu diperhatikan: fitur stabilisasi tidak selalu aktif dengan cara
yang sama pada semua resolusi dan frame rate. Sebuah HP mungkin menawarkan
stabilisasi yang berbeda saat merekam 1080p 30fps dibandingkan 4K 60fps. Karena
itu, spesifikasi dan contoh rekaman nyata perlu diperiksa sebelum membeli.
6. OIS
+ EIS: Apakah Kombinasi Keduanya Lebih Baik?
Secara
umum, kombinasi OIS dan EIS berpotensi memberikan stabilisasi yang lebih
lengkap.
OIS
mengurangi guncangan melalui mekanisme fisik, sementara EIS menyempurnakan
kestabilan gambar melalui pemrosesan digital. Xiaomi, misalnya, menjelaskan
bahwa pada POCO X7, OIS dan EIS bekerja bersama untuk membantu mengurangi
keburaman foto dan guncangan video.
Meski
begitu, jangan hanya terpaku pada tulisan “OIS + EIS” dalam spesifikasi.
Perhatikan
juga kualitas rekaman dalam kondisi nyata, karena algoritma stabilisasi, sensor
kamera, lensa, dan batasan mode video dapat menghasilkan pengalaman yang
berbeda antarperangkat.
7.
Tips Memilih HP Berdasarkan Fitur Stabilisasi
Ketika
memilih smartphone, sesuaikan fitur kamera dengan aktivitas yang paling sering
kamu lakukan.
Untuk
fotografi malam: prioritaskan kamera utama dengan OIS dan sensor yang baik.
Untuk
merekam video sambil berjalan: cari smartphone dengan OIS dan EIS yang bekerja
baik pada mode video yang kamu gunakan.
Untuk
membuat konten media sosial: periksa stabilisasi pada resolusi dan frame rate
yang akan dipakai, bukan hanya spesifikasi kamera utama.
Untuk
anggaran terbatas: jangan langsung mengabaikan HP tanpa OIS. Perangkat dengan
EIS yang baik masih dapat menghasilkan video yang memadai untuk penggunaan
sehari-hari.
Satu
langkah yang sering terlewat adalah menonton contoh video dari kamera
smartphone yang ingin dibeli. Lihat apakah rekaman tetap stabil ketika
berjalan, berbelok, atau berpindah dari area terang ke gelap.
Kesimpulan
OIS
dan EIS memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu menghasilkan foto atau video
yang lebih stabil, tetapi cara kerjanya berbeda.
OIS
mengandalkan mekanisme fisik untuk mengimbangi gerakan kamera. Fitur ini sangat
berguna ketika mengambil foto, terutama dalam kondisi minim cahaya.
EIS memanfaatkan
pemrosesan digital untuk mengurangi guncangan, khususnya pada video. Namun,
teknik ini dapat memangkas bidang pandang dan hasilnya sangat bergantung pada
algoritma perangkat.
Jika
memungkinkan, smartphone yang memiliki OIS dan EIS sekaligus layak
dipertimbangkan. Meski begitu, jangan menjadikan stabilisasi sebagai
satu-satunya tolok ukur. Sensor, lensa, pemrosesan gambar, dan kualitas
implementasi tetap menentukan hasil akhir.
Pada
akhirnya, pertanyaan terpenting bukan sekadar “HP ini punya OIS atau EIS?”,
melainkan “Seberapa baik kamera HP ini menghasilkan foto dan video dalam
situasi yang sering saya hadapi?”
©SIBERKATA
TECH