Sejarah Infinix: Dari Merek yang Fokus ke Pasar Muda hingga Menjadi Pemain Smartphone Global

 

Ketika mendengar nama Infinix, banyak orang mungkin langsung mengingat smartphone dengan spesifikasi menarik, harga kompetitif, serta lini yang dekat dengan anak muda dan gaming.

Namun, Infinix sebenarnya memiliki perjalanan yang cukup menarik. Merek yang lahir pada 2013 ini berkembang dari fokus awalnya di pasar Afrika hingga memperluas ke Asia, Timur Tengah, dan kawasan lainnya. Saat ini, Transsion perusahaan induk Infinix menyebut produk Infinix telah hadir di lebih dari 70 negara dan wilayah.

Lalu, bagaimana perjalanan Infinix dari awal berdiri hingga menjadi salah satu nama yang semakin sering ditemukan di pasar smartphone?

2013: Infinix Memulai Perjalanan

Infinix didirikan pada 2013 dengan visi membuat teknologi yang menggabungkan desain stylish dan teknologi yang lebih maju, terutama untuk memberikan pengalaman smartphone kepada generasi muda.

Pada tahun yang sama, Infinix mulai memperkenalkan mereknya di Afrika melalui kerja sama dengan operator MTN. Afrika kemudian menjadi salah satu pasar penting dalam perjalanan awal Infinix.

Menariknya, strategi Infinix sejak awal tidak hanya mengandalkan spesifikasi. Perusahaan menempatkan anak muda, desain, teknologi, dan pengalaman penggunaan sebagai bagian dari identitas mereknya.

Inilah yang kemudian menjadi ciri khas Infinix sampai sekarang.

2014: Infinix Mulai Memanfaatkan E-Commerce

Satu tahun setelah berdiri, Infinix meluncurkan Infinix ZERO melalui platform e-commerce Konga di Nigeria. Langkah tersebut menjadi salah satu tonggak awal penggunaan strategi penjualan online oleh Infinix.

Strategi ini cukup penting karena Infinix kemudian dikenal sebagai merek yang aktif memanfaatkan kanal online untuk menjangkau konsumen.

Model tersebut juga cocok dengan target pasarnya: generasi muda yang semakin terbiasa mencari dan membeli perangkat teknologi melalui internet.

2015: ZERO dan NOTE Mulai Membentuk Identitas Infinix

Pada 2015, Infinix memperkenalkan lini ZERO dan NOTE, sementara lini HOT juga mendapatkan respons penjualan yang kuat menurut sejarah resmi Infinix.

Di sinilah portofolio Infinix mulai memiliki karakter yang lebih jelas.

Secara sederhana, Infinix mulai membangun beberapa jalur produk:

ZERO untuk pengalaman yang lebih premium.

NOTE untuk pengguna yang menginginkan performa dan layar besar.

HOT untuk penggunaan yang lebih terjangkau dan hiburan.

Strategi membagi karakter produk ini terus berkembang hingga generasi Infinix modern.

2016: Mulai Bergerak ke Banyak Negara

Perjalanan Infinix kemudian memasuki fase penting.

Pada 2016, ekspansi globalnya sudah mencapai lebih dari 30 negara, mencakup Afrika, Timur Tengah, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Amerika Latin. Pada periode yang sama, Infinix juga memperkenalkan seri HOT S.

Ini menunjukkan bahwa Infinix sejak awal tidak hanya membidik satu kawasan.

Merek tersebut justru berusaha berkembang di pasar-pasar yang memiliki basis pengguna smartphone yang besar dan terus bertumbuh.

2017–2019: Infinix Semakin Membangun Nama

Pada 2017, Infinix masuk ke India melalui kerja sama dengan Flipkart. Pada tahun yang sama, perusahaan juga bekerja sama dengan Mumbai Football Club dan memperkenalkan ZERO 5 secara global di Dubai.

Kemudian pada 2018, Infinix bekerja sama dengan Google untuk meluncurkan NOTE 5 Android One. Pada tahun yang sama, Infinix juga menunjuk musisi Nigeria Davido sebagai brand ambassador.

Pada 2019, Infinix membuka concept store pertamanya, Infinix Park, di Maroko dan meluncurkan seri S4 serta S5. Infinix juga tercatat di posisi ke-26 dalam daftar 100 merek paling dikagumi di Afrika yang disebutkan dalam sejarah resmi perusahaan.

Strategi tersebut memperlihatkan bahwa Infinix tidak hanya mengandalkan perangkat, tetapi juga mulai membangun identitas lifestyle dan komunitas anak muda.

2020: Indonesia Mulai Menjadi Pasar Penting

8 HP Infinix Terbaru 2024, Resmi Masuk di Indonesia

Indonesia juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Infinix.

Menurut riwayat resmi Infinix, pada 2020 perusahaan menjadi salah satu penjual teratas di Lazada Indonesia dalam festival belanja 11.11 dan 12.12. Infinix juga menyebut telah mengembangkan platform diagnosis online sendiri di Afrika ketika pandemi.

Bagi pasar Indonesia, perkembangan Infinix kemudian semakin terlihat melalui lini HOT, NOTE, ZERO, dan produk gaming GT.

Ini menarik karena karakter pasar Indonesia sebenarnya cocok dengan pendekatan Infinix: konsumen menginginkan fitur banyak dengan harga yang tetap kompetitif.

2021: Mulai Berani Menunjukkan Teknologi Ekstrem

Salah satu momen yang memperlihatkan ambisi teknologi Infinix terjadi pada 2021.

Infinix memperkenalkan konsep smartphone dengan pengisian cepat 160W. Perusahaan juga bekerja sama dengan Royal Observatory Greenwich dalam acara "Infinix Presents: See Beyond".

Walaupun teknologi tersebut hadir dalam bentuk konsep, langkah ini memperlihatkan perubahan penting.

Infinix tidak lagi hanya ingin dikenal sebagai merek smartphone terjangkau.

Perusahaan mulai mencoba menunjukkan bahwa mereka juga mampu mengeksplorasi teknologi pengisian daya dan inovasi smartphone yang lebih ekstrem.

2022: Infinix Mulai Menyerang Segmen Premium

Tahun 2022 menjadi salah satu titik penting lainnya.

Infinix meluncurkan ZERO ULTRA dengan teknologi 180W Thunder Charge, yang saat itu diperkenalkan sebagai salah satu teknologi pengisian smartphone tercepat. Bersamaan dengan itu, Infinix juga memperkenalkan ZERO 20 dengan kamera depan 60MP OIS dan mulai memasuki pasar laptop melalui seri ZERO BOOK.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Infinix mulai memperluas identitasnya.

Bukan cuma:

"HP dengan harga terjangkau."

Tetapi mulai menjadi:

"Merek teknologi yang berani mencoba fitur baru."

Gaming Menjadi Bagian Penting dari Identitas Infinix

Seiring pertumbuhan pasar mobile gaming, Infinix juga semakin serius menggarap segmen tersebut.

Lahirnya lini GT menjadi bagian dari strategi ini. Dalam portofolio resminya saat ini, Transsion menggambarkan GT sebagai lini yang berfokus pada gaming dan karakter teknologi yang lebih agresif.

Infinix juga beberapa kali mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan gaming, layar refresh rate tinggi, pendinginan, performa chipset, dan pengisian daya.

Hal tersebut membuat Infinix semakin dikenal di kalangan pengguna muda yang menginginkan smartphone untuk bermain game tetapi tetap mempertimbangkan harga.

2024: Infinix Memperkenalkan Teknologi Cheetah X1

Salah satu inovasi Infinix yang menarik muncul pada seri NOTE 40.

Infinix memperkenalkan Cheetah X1, chip pengelolaan daya yang dikembangkan sendiri untuk mendukung sistem All-Round FastCharge 2.0. Pada NOTE 40 Series, teknologi tersebut dipadukan dengan pengisian cepat kabel dan wireless MagCharge.

Ini penting karena menunjukkan bahwa Infinix mulai mengembangkan lebih banyak teknologi internal, bukan hanya menggunakan chipset utama dari MediaTek atau Qualcomm.

Pada periode yang sama, Infinix juga mencatat pertumbuhan pengiriman smartphone global sebesar 18,8 persen secara tahunan pada kuartal II 2024, berdasarkan laporan perusahaan. Infinix menyebut berhasil mempertahankan posisi lima besar di lebih dari 20 pasar utama.

Dari Smartphone hingga Ekosistem Teknologi

Perjalanan Infinix juga tidak berhenti pada smartphone.

Saat ini, perusahaan memiliki produk seperti:

Smartphone

Laptop

Tablet

Smartwatch

TWS

Smart TV

Transsion menyebut Infinix sebagai merek teknologi yang dibuat untuk konsumen muda dan kini memiliki produk di lebih dari 70 negara dan wilayah.

Dengan kata lain, Infinix perlahan bergerak dari sekadar merek smartphone menuju ekosistem perangkat pintar.

Mengapa Infinix Bisa Berkembang?

Mengenal Merek Infinix, Asal-usul dan Produk Unggulan | erablue.id

Salah satu hal yang menarik dari perjalanan Infinix adalah kemampuannya mempertahankan identitas yang cukup konsisten.

Perusahaan tetap menempatkan anak muda, desain, teknologi, performa, dan pengalaman digital sebagai bagian penting dari mereknya. Transsion sendiri saat ini menggambarkan Infinix sebagai merek teknologi yang ditujukan kepada konsumen muda.

Strateginya juga tidak terpaku pada satu segmen.

Ada SMART untuk kebutuhan dasar, HOT untuk hiburan, NOTE untuk performa dan penggunaan sehari-hari, ZERO untuk pengalaman yang lebih premium, serta GT untuk gaming.

Dari Afrika ke Dunia

Jika melihat perjalanan Infinix secara keseluruhan, ada satu hal yang cukup menarik.

Merek ini tidak memulai perjalanannya dari pasar flagship terbesar dunia.

Infinix justru membangun kehadirannya melalui pasar Afrika dan kemudian memperluas diri ke berbagai wilayah berkembang. Dari lebih dari 30 negara pada 2016, Transsion kini menyebut Infinix telah menjangkau lebih dari 70 negara dan wilayah.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah merek yang awalnya mungkin tidak terlalu diperhatikan oleh pasar global dapat perlahan membangun identitasnya melalui harga, desain, pemasaran digital, dan inovasi produk.

Bisa dikatakan :

Infinix lahir pada 2013 dan berkembang melalui strategi yang cukup berbeda dari banyak merek smartphone besar.

Dimulai dari Afrika, Infinix kemudian berekspansi ke berbagai pasar dunia. ZERO, NOTE, HOT, dan kemudian GT membantu membentuk identitas produknya. Setelah itu, perusahaan mulai berani memperkenalkan teknologi seperti 160W dan 180W charging, kamera beresolusi tinggi, Cheetah X1, hingga perangkat gaming.

Kini Infinix berada di bawah ekosistem Transsion, bersama TECNO dan itel, dan telah memperluas portofolionya ke laptop, tablet, wearable, TWS, dan smart TV.

Yang membuat perjalanan Infinix menarik bukan sekadar seberapa banyak smartphone yang telah dibuat.

Infinix menunjukkan bagaimana sebuah merek yang awalnya membangun pijakan di pasar berkembang dapat menggunakan desain, pemasaran digital, komunitas anak muda, dan inovasi teknologi untuk membangun identitas global.

Dan melihat arah produknya sekarang, Infinix tampaknya tidak lagi sekadar ingin dikenal sebagai merek HP murah.

Mereka sedang membangun citra sebagai merek teknologi untuk generasi muda yang berani mencoba sesuatu yang berbeda.

©SIBERKATA TECH

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama