Facebook
kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan karena fitur baru atau perubahan
algoritma, melainkan karena perusahaan induknya, Meta Platforms, sedang
menghadapi persidangan besar di Amerika Serikat terkait tuduhan bahwa Facebook
dan Instagram dirancang agar membuat anak-anak dan remaja sulit berhenti
menggunakannya.
Persidangan
tersebut melibatkan koalisi 29 negara bagian Amerika Serikat dan menjadi salah
satu perkara terbesar yang pernah dihadapi Meta terkait dampak media sosial
terhadap pengguna muda. Reuters melaporkan bahwa perkara ini dapat berujung
pada denda dalam jumlah sangat besar sekaligus memaksa Meta mengubah sejumlah
fitur pada platformnya.
Meta
Dituduh Merancang Facebook agar Sulit Ditinggalkan
Jaksa
dari sejumlah negara bagian menuduh Meta sengaja mengembangkan fitur-fitur yang
mendorong pengguna muda untuk terus berada di Facebook dan Instagram.
Beberapa
fitur yang menjadi perhatian antara lain infinite scroll, sistem rekomendasi
konten, notifikasi, serta mekanisme interaksi yang dianggap dapat mendorong
penggunaan berlebihan.
Para
penggugat berpendapat bahwa Meta mengetahui risiko tersebut tetapi tetap
mempertahankan desain yang mendorong keterlibatan pengguna karena semakin lama
seseorang berada di platform, semakin besar pula peluang perusahaan mendapatkan
keuntungan dari aktivitas tersebut.
Persoalan
ini menjadi semakin serius karena gugatan juga menyinggung perlindungan
pengguna di bawah umur dan pengelolaan data anak.
Mantan
Eksekutif Meta Beri Kesaksian
Salah
satu perkembangan penting dalam persidangan adalah kesaksian Arturo Bejar,
mantan direktur engineering Meta.
Menurut
laporan Reuters, Bejar mengatakan bahwa persoalan keselamatan pengguna muda
telah diketahui di dalam perusahaan, tetapi perhatian terhadap pertumbuhan dan
keterlibatan pengguna tetap menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.
Ia
juga menyatakan bahwa sejumlah perangkat keselamatan yang tersedia bagi
pengguna belum cukup efektif untuk mengatasi masalah tersebut.
Kesaksian
tersebut menjadi bagian penting dari upaya para penggugat untuk menunjukkan
bahwa persoalan keselamatan anak bukan sekadar masalah yang muncul akibat
penggunaan Facebook, tetapi berkaitan dengan bagaimana platform tersebut
dirancang dan dikelola.
Meta
Membantah Tuduhan Tersebut
Meta
tidak menerima tuduhan bahwa perusahaan sengaja membuat Facebook dan Instagram
berbahaya bagi anak-anak.
Dalam
persidangan, pihak Meta membantah klaim bahwa mereka berusaha membuat produknya
bersifat berbahaya atau sengaja mengeksploitasi pengguna muda demi mendapatkan
keuntungan.
Perusahaan
juga mempertanyakan bukti yang menghubungkan penggunaan media sosial secara
langsung dengan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja.
Dengan
demikian, persidangan ini bukan hanya mempertanyakan apakah media sosial dapat
berdampak buruk terhadap anak, tetapi juga sejauh mana perusahaan teknologi
dapat dimintai pertanggungjawaban atas desain produknya.
Facebook
Bisa Mengalami Perubahan Besar
Jika
gugatan tersebut menghasilkan keputusan yang merugikan Meta, dampaknya
berpotensi jauh lebih besar daripada sekadar pembayaran denda.
Para
penggugat meminta perubahan terhadap sejumlah mekanisme pada platform Meta.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan fitur yang dianggap mendorong penggunaan
berlebihan, termasuk infinite scroll dan sistem interaksi tertentu.
Artinya,
apabila regulator dan pengadilan memenangkan tuntutan tersebut, pengalaman
pengguna Facebook di masa depan dapat berubah.
Facebook
mungkin harus memberikan kontrol yang lebih besar kepada pengguna, terutama
pengguna muda, mengenai bagaimana konten ditampilkan dan berapa lama mereka
menggunakan platform.
Masalah
Facebook Bukan Hanya Terjadi di Amerika Serikat
Persoalan
mengenai desain Facebook dan Instagram juga mendapat perhatian regulator di
luar Amerika Serikat.
Pada
Juli 2026, Uni Eropa menyatakan bahwa Facebook dan Instagram menghadapi masalah
terkait fitur yang dianggap berpotensi membuat penggunaan platform menjadi
kompulsif. Regulator Uni Eropa menyoroti fitur seperti autoplay, infinite
scroll, notifikasi, serta sistem rekomendasi yang sangat personal.
Perkembangan
tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap dampak desain media sosial
semakin meningkat di berbagai negara.
Bagi
Meta, persoalan ini menjadi tantangan besar karena perusahaan tidak hanya harus
mempertahankan pertumbuhan Facebook dan Instagram, tetapi juga harus
membuktikan bahwa platform tersebut memiliki perlindungan yang memadai bagi
pengguna.
Facebook
Sedang Berubah
Menariknya,
persoalan hukum tersebut muncul ketika Facebook sendiri sedang mengalami
berbagai perubahan.
Meta
semakin banyak memasukkan teknologi kecerdasan buatan ke dalam ekosistem
Facebook. Pada Juni 2026, misalnya, Meta memperkenalkan AI Mode pada Facebook
yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa alami dan
mendapatkan jawaban berdasarkan informasi publik dari berbagai bagian platform,
termasuk Groups dan Reels.
Meta
juga mulai menghadirkan lebih banyak perangkat AI untuk kreator Facebook. Pada
Agustus 2026, Facebook mulai menggulirkan kembali Creator Studio dalam bentuk
yang lebih modern dengan dukungan AI untuk membantu kreator mengembangkan dan
mengelola konten mereka.
Dengan
kata lain, Facebook sedang bergerak ke arah platform yang semakin dipengaruhi
oleh kecerdasan buatan, sementara pada saat yang sama Meta menghadapi
pertanyaan besar mengenai bagaimana teknologi dan algoritma tersebut
memengaruhi penggunanya.
Apa
Artinya bagi Pengguna Facebook?
Bagi
pengguna biasa, perkembangan ini patut diperhatikan karena keputusan pengadilan
dan regulator dapat memengaruhi cara Facebook bekerja.
Jika
Meta diwajibkan melakukan perubahan, pengguna mungkin melihat perubahan pada
sistem rekomendasi, notifikasi, fitur scrolling, pengaturan keamanan anak,
maupun cara Facebook mengelola pengalaman pengguna.
Namun,
proses hukum masih berlangsung sehingga belum dapat dipastikan perubahan apa
yang akhirnya benar-benar diterapkan.
Yang
jelas, Facebook kini berada di tengah perdebatan global mengenai batas antara
membuat platform menarik bagi pengguna dan membuatnya terlalu sulit untuk
ditinggalkan.
Bisa dikatakan
:
Facebook
bukan lagi sekadar tempat untuk berbagi foto, status, dan berkomunikasi dengan
teman. Platform ini telah berkembang menjadi bagian besar dari ekosistem
digital yang menggunakan algoritma, rekomendasi konten, iklan, dan kecerdasan
buatan untuk mempertahankan aktivitas pengguna.
Persidangan
yang sedang dihadapi Meta di Amerika Serikat menunjukkan bahwa desain media
sosial kini mendapat perhatian hukum yang jauh lebih serius.
Bagi
Facebook, hasil perkara ini bisa menjadi salah satu titik penting yang
menentukan bagaimana platform tersebut dirancang pada masa depan—terutama dalam
hal keselamatan anak, algoritma, privasi, dan penggunaan teknologi AI.
©SIBERKATA
TECH
Sumber:
Reuters dan TechCrunch, perkembangan Agustus 2026.
Sumber
berita: Reuters
— Meta menghadapi persidangan 29 negara bagian AS