Banyak orang menggunakan X hanya
untuk membaca postingan, mengikuti akun favorit, atau mencari informasi yang
sedang ramai. Padahal, platform ini juga bisa dimanfaatkan dengan lebih
efektif, terutama untuk mencari informasi, mengikuti topik tertentu, membangun
jaringan, dan mendapatkan berita terbaru.
Agar penggunaan X tidak sekadar
menghabiskan waktu untuk scrolling, berikut beberapa cara yang bisa dicoba.
1. Ikuti Akun Berdasarkan Topik, Bukan
Hanya Popularitas
Salah satu cara sederhana untuk membuat
timeline lebih bermanfaat adalah memilih akun berdasarkan informasi yang memang
Anda butuhkan.
Misalnya, jika tertarik dengan
teknologi, Anda dapat mengikuti:
- Perusahaan
teknologi.
- Pengembang
aplikasi.
- Jurnalis
teknologi.
- Pengamat
industri.
- Kreator
teknologi.
- Akun
resmi produk yang digunakan.
Dengan begitu, timeline Anda dapat
menjadi sumber informasi yang lebih terarah.
Jangan ragu untuk berhenti mengikuti
akun yang kontennya sudah tidak relevan. Semakin baik akun yang Anda ikuti,
semakin berguna pula timeline Anda.
2. Gunakan X untuk Mencari Informasi
X dapat menjadi tempat yang menarik
untuk menemukan informasi dari berbagai sudut pandang.
Misalnya, ketika sebuah smartphone baru
dirilis, Anda tidak hanya dapat mencari informasi dari produsen, tetapi juga
melihat pengalaman pengguna lain.
Namun, jangan langsung menganggap
sebuah postingan sebagai fakta.
Informasi yang viral belum tentu benar.
Untuk informasi penting, terutama mengenai spesifikasi produk, keamanan,
keuangan, atau berita, sebaiknya periksa sumber aslinya.
Untuk artikel teknologi di SIBERKATA
TECH, misalnya, informasi spesifikasi smartphone sebaiknya tetap diverifikasi
melalui website resmi produsennya.
Menemukan postingan menarik tidak
berarti harus langsung membacanya sampai selesai.
Jika ada informasi yang ingin dibaca
kembali, Anda dapat menyimpannya menggunakan fitur Bookmark.
Contohnya:
Menemukan
tutorial → simpan.
Menemukan rekomendasi aplikasi → simpan.
Menemukan informasi teknologi → simpan.
Menemukan referensi tulisan → simpan.
Namun, jangan sampai bookmark menjadi
tempat menumpuk ratusan postingan yang akhirnya tidak pernah dibaca.
Sesekali luangkan waktu untuk membuka
kembali postingan yang telah disimpan dan hapus yang sudah tidak diperlukan.
4. Jangan Terlalu Bergantung pada
Trending Topic
Trending topic memang menarik, tetapi
apa yang sedang ramai belum tentu merupakan informasi yang paling penting.
Algoritma media sosial cenderung
menampilkan sesuatu yang mendapatkan banyak perhatian.
Karena itu, biasakan bertanya:
"Apakah informasi ini memang
penting bagi saya, atau hanya sedang ramai?"
Kebiasaan tersebut dapat membantu
mengurangi konsumsi informasi yang tidak diperlukan.
5. Pisahkan Akun Pribadi dan Aktivitas
Profesional
Jika menggunakan X untuk pekerjaan,
bisnis, atau membangun personal branding, pertimbangkan untuk membuat identitas
akun yang jelas.
Misalnya:
- Akun
pribadi untuk percakapan sehari-hari.
- Akun
profesional untuk pekerjaan.
- Akun
bisnis untuk brand atau website.
Dengan pemisahan tersebut, tujuan setiap
akun menjadi lebih jelas dan Anda dapat membangun audiens yang lebih relevan.
6. Jangan Sembarangan Mengklik Link
Ini merupakan salah satu hal terpenting.
Postingan atau pesan yang terlihat
menarik dapat mengarahkan pengguna ke website eksternal. Namun, tidak semuanya
aman.
X sendiri mengingatkan pengguna agar
berhati-hati terhadap tautan mencurigakan dan phishing. Jika diminta memasukkan
password, periksa alamat website terlebih dahulu dan pastikan Anda berada di
domain resmi X.
Jangan memasukkan password X ke website
yang terlihat mencurigakan hanya karena mendapatkan tautan melalui postingan
atau Direct Message.
7. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Keamanan akun sering kali baru
diperhatikan setelah akun bermasalah.
Padahal, X menyediakan Two-Factor
Authentication (2FA) sebagai lapisan keamanan tambahan. Metode yang
tersedia mencakup SMS, aplikasi autentikasi, dan security key.
Dengan 2FA, seseorang yang mengetahui
password Anda masih membutuhkan faktor autentikasi tambahan untuk masuk ke
akun.
Selain itu, gunakan password yang unik
dan jangan menggunakan password X yang sama dengan akun lainnya. X juga
menyarankan pengguna menggunakan password yang kuat dan tidak menggunakan
informasi pribadi yang mudah ditebak.
8. Hati-Hati dengan Akun yang Mengaku
sebagai Orang atau Perusahaan Tertentu
Tidak semua akun yang menggunakan nama,
foto profil, atau logo tertentu benar-benar merupakan akun resmi.
Sebelum mempercayai informasi atau
melakukan transaksi berdasarkan sebuah akun, periksa:
- Nama
pengguna.
- Riwayat
postingan.
- Link
website.
- Informasi
profil.
- Konsistensi
identitas akun.
- Apakah
akun tersebut terhubung dengan website resmi.
Hal ini sangat penting jika akun
tersebut menawarkan investasi, hadiah, pekerjaan, produk, atau meminta
informasi pribadi.
9. Jangan Membagikan Informasi Pribadi
Secara Berlebihan
Hindari membagikan informasi sensitif
seperti:
- Password.
- Kode
OTP.
- Nomor
kartu pembayaran.
- Alamat
lengkap.
- Dokumen
identitas.
- Informasi
login.
Bahkan jika seseorang mengaku sebagai
admin, customer service, atau perwakilan perusahaan, jangan langsung memberikan
informasi tersebut.
X secara resmi mengingatkan bahwa mereka
tidak akan meminta password melalui email, Direct Message, atau reply.
10. Jadikan X sebagai Alat, Bukan
Sekadar Tempat Scrolling
Pada akhirnya, cara terbaik menggunakan
X bukan dengan menghabiskan lebih banyak waktu di dalamnya.
Gunakan platform tersebut sesuai tujuan.
Misalnya:
Untuk
berita: ikuti sumber
terpercaya.
Untuk teknologi: ikuti produsen dan pakar terkait.
Untuk belajar: ikuti akun edukasi dan profesional.
Untuk bisnis: ikuti pelaku industri.
Untuk networking: bangun percakapan yang relevan.
Untuk hiburan: ikuti akun yang memang Anda sukai.
Dengan pendekatan tersebut, X dapat
menjadi alat yang membantu Anda mendapatkan informasi, bukan sekadar aplikasi
yang membuat waktu berlalu tanpa disadari.
Bagaimana dengan Pengguna X di
Indonesia?
Ada satu hal penting yang perlu
diperhatikan pengguna di Indonesia.
Sejak 28 Maret 2026, X menyatakan
bahwa pengguna di Indonesia harus berusia setidaknya 16 tahun untuk
menggunakan akun X. Ketentuan tersebut berkaitan dengan regulasi Indonesia
mengenai perlindungan anak di ruang digital.
Jadi, aturan penggunaan platform juga
perlu diperhatikan selain fitur dan keamanan akun.
Bisa dikatakan :
X/Twitter tidak harus digunakan hanya
untuk mengikuti tren atau membaca postingan viral.
Dengan memilih akun yang tepat,
memanfaatkan bookmark, memeriksa sumber informasi, menghindari tautan
mencurigakan, serta mengaktifkan 2FA, pengalaman menggunakan X dapat menjadi
jauh lebih bermanfaat sekaligus lebih aman.
Yang paling penting, jangan percaya
begitu saja pada sesuatu hanya karena banyak orang membicarakannya.
Biasakan memeriksa sumber asli sebelum menyebarkan informasi.
©SIBERKATA TECH