Komdigi Tegur YouTube Usai Konten Promosi Vape Libatkan Anak, Platform Diminta Bertindak Cepat

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melayangkan surat teguran pertama kepada YouTube setelah ditemukan konten siaran langsung (live streaming) yang diduga menampilkan promosi rokok elektronik (vape) dengan melibatkan anak di bawah umur. Langkah tersebut menjadi bentuk penegasan pemerintah dalam melindungi anak dari eksploitasi di ruang digital.

Kasus ini mencuat setelah potongan video live streaming seorang YouTuber viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, sejumlah anak terlihat ikut terlibat dalam promosi produk vape, yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi orang dewasa. Peristiwa tersebut memicu kritik luas dari masyarakat dan pemerhati perlindungan anak.

Komdigi Minta YouTube Segera Ambil Tindakan

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa anak-anak harus mendapatkan perlindungan penuh dari segala bentuk eksploitasi di internet. Menurutnya, pelibatan anak untuk mempromosikan produk yang berpotensi membahayakan kesehatan merupakan pelanggaran serius.

Melalui surat teguran tersebut, Komdigi meminta YouTube untuk:

  • Meninjau dan menindak konten yang melanggar.
  • Menyampaikan klarifikasi mengenai langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan.
  • Memperkuat sistem moderasi terhadap konten yang melibatkan anak.
  • Memastikan fitur pembatasan usia dan sistem deteksi konten berjalan lebih efektif.

Diberi Tenggat Waktu Tiga Hari

Komdigi memberikan batas waktu maksimal tiga hari kepada YouTube untuk merespons surat teguran tersebut. Jika platform tidak memenuhi kewajiban yang diminta, pemerintah dapat menjatuhkan sanksi administratif sesuai regulasi yang berlaku.

Sanksi tersebut dapat berupa:

  • Teguran tertulis lanjutan.
  • Denda administratif.
  • Penghentian sementara layanan.
  • Hingga pemutusan akses terhadap sistem elektronik apabila pelanggaran tidak ditindaklanjuti.

Perlindungan Anak Jadi Prioritas

Komdigi menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga platform digital, kreator konten, orang tua, dan masyarakat.

Platform seperti YouTube diharapkan memiliki sistem moderasi yang lebih proaktif agar konten yang mengeksploitasi anak atau mempromosikan produk berisiko dapat segera dihapus sebelum menyebar luas. Langkah ini dinilai penting mengingat besarnya jumlah pengguna muda yang mengakses platform video setiap hari.

Kasus Bigmo Jadi Sorotan

Kasus ini berkaitan dengan konten live streaming YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo, yang diduga mengajak anak di bawah umur mempromosikan produk liquid vape. Selain mendapat perhatian dari Komdigi, kasus tersebut juga dilaporkan ke aparat penegak hukum atas dugaan eksploitasi anak secara ekonomi. Di sisi lain, pihak merek vape yang sempat bekerja sama dengan kreator tersebut menyatakan telah menghentikan kolaborasi mereka.

Bisa dikatakan :

Teguran Komdigi kepada YouTube menjadi pengingat bahwa platform digital memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan ruang digital, terutama bagi anak-anak. Selain memperkuat moderasi konten, kolaborasi antara pemerintah, platform, kreator, dan masyarakat menjadi kunci agar internet tetap menjadi lingkungan yang aman dan sehat bagi semua pengguna.

©SIBERKATA TECH

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama